Beta-karoten merupakan pigmen pemberi warna oranye pada buah dan sayuran, seperti pepaya, tomat, wortel. Makanya, kalau kita kebanyakan minum air perasan wortel, misalnya, kulit bisa jadi keoranye-oranyean seperti kulit wortel.
Cuma, kuningnya itu berbeda dengan sakit kuning akibat rusaknya sel hati. Pada sakit kuning, bagian putih bola mat akan menguning, sedangkan kelebihan beta-karoten dalam darah (hiperkarotenemia) tidak berakibat demikian. Pigmen ini disebut juga provitamin A, karena di dalam tubuh bisa diubah menjadi vitamin A.
Baru-baru ini lembaga riset di Perancis, ISIS Laboratories, menemukan manfaat baru beta-karoten untuk menyamarkan flek alias noda coklat di kulit (hiperpigmentasi). Baik flek lantaran hormon, pil KB, kehamilan, jerawat, kesalahan kosmetik, terbakar matahari, ataupun flek yang ada sejak lahir.
Efeknya lebih cepat dan aman daripada menggunakan zat antiflek seperti senyawa hidrokuinon atau merkuri. Selain itu, beta-karoten tidak menyebabkan alergi, tidak mengakibatkan kulit kemerahan bila terpapar matahari, dan tidak menimbulkan noda putih di kulit (vilitigo).
Kemudian ditemukan adanya pengikat (reseptor) retinol alias vitamin A, di dalam inti sel manusia. Dari sini para ahli ISIS Laboratories lalu menggagas kemungkinan memisahkan vitamin A tadi dari pengikatnya, sehingga pembentukkan pigmen coklat putih - yang membutuhkan vitamin A - itu dapat dihambat.
Mulailah mereka merekayasa cara terbaik. Sebagai vitamin A bayangan - yang nanti bartugas mengambil alih tempat vitamin A asli - mereka pilih beta-karoten. Lantaran molekulnya mirip vitamin A dan aman. Agar tak diubah menjadi vitamin A oleh enzim di permukaan kulit, ia "dibungkus" dengan bola-bola halus berdiameter kurang dari 100 mikron dari flora laut.
Ternyata vitamin A bayangan yang dikerubuti bola-bola sangat halus ini berhasil menembus inti sel penghasil pigmen kulit (melanosit) dan sekaligus menduduki tempat reseptor yang seharusnya didiami vitamin A. Akibatnya, pembentukan pigmen coklat terhambat dan dalam tempo 3 - 2 bulan flek akan hilang. Bahkan jika digunakan diseluruh kulit, kulit yang tadinya gelap berubah menjadi lebih terang.
Cuma, kuningnya itu berbeda dengan sakit kuning akibat rusaknya sel hati. Pada sakit kuning, bagian putih bola mat akan menguning, sedangkan kelebihan beta-karoten dalam darah (hiperkarotenemia) tidak berakibat demikian. Pigmen ini disebut juga provitamin A, karena di dalam tubuh bisa diubah menjadi vitamin A.
Baru-baru ini lembaga riset di Perancis, ISIS Laboratories, menemukan manfaat baru beta-karoten untuk menyamarkan flek alias noda coklat di kulit (hiperpigmentasi). Baik flek lantaran hormon, pil KB, kehamilan, jerawat, kesalahan kosmetik, terbakar matahari, ataupun flek yang ada sejak lahir.
Efeknya lebih cepat dan aman daripada menggunakan zat antiflek seperti senyawa hidrokuinon atau merkuri. Selain itu, beta-karoten tidak menyebabkan alergi, tidak mengakibatkan kulit kemerahan bila terpapar matahari, dan tidak menimbulkan noda putih di kulit (vilitigo).
Kemudian ditemukan adanya pengikat (reseptor) retinol alias vitamin A, di dalam inti sel manusia. Dari sini para ahli ISIS Laboratories lalu menggagas kemungkinan memisahkan vitamin A tadi dari pengikatnya, sehingga pembentukkan pigmen coklat putih - yang membutuhkan vitamin A - itu dapat dihambat.
Mulailah mereka merekayasa cara terbaik. Sebagai vitamin A bayangan - yang nanti bartugas mengambil alih tempat vitamin A asli - mereka pilih beta-karoten. Lantaran molekulnya mirip vitamin A dan aman. Agar tak diubah menjadi vitamin A oleh enzim di permukaan kulit, ia "dibungkus" dengan bola-bola halus berdiameter kurang dari 100 mikron dari flora laut.
Ternyata vitamin A bayangan yang dikerubuti bola-bola sangat halus ini berhasil menembus inti sel penghasil pigmen kulit (melanosit) dan sekaligus menduduki tempat reseptor yang seharusnya didiami vitamin A. Akibatnya, pembentukan pigmen coklat terhambat dan dalam tempo 3 - 2 bulan flek akan hilang. Bahkan jika digunakan diseluruh kulit, kulit yang tadinya gelap berubah menjadi lebih terang.
0 comments:
Post a Comment